NDC Learning — Upstream Oil & Gas Webinar Series
Understanding Production Chemical Applications, Injection Systems, Dosage Optimization, and Chemical Performance Monitoring in Upstream Oil & Gas Facilities
Production Chemicals merupakan kelompok bahan kimia yang digunakan dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi untuk membantu menjaga kelancaran proses, melindungi peralatan, mengendalikan permasalahan fluida, serta meningkatkan keandalan operasi fasilitas produksi.
Dalam industri hulu migas, fluida yang diproduksikan dari reservoir umumnya memiliki karakteristik yang kompleks. Fluida tersebut dapat mengandung minyak, gas, air, garam terlarut, padatan, serta komponen lain yang berpotensi menimbulkan permasalahan selama proses produksi, pengolahan, penyimpanan, dan penyaluran.
Beberapa permasalahan yang sering dijumpai antara lain terbentuknya emulsi minyak dan air, korosi pada sistem perpipaan, pembentukan kerak, pertumbuhan mikroorganisme, pengendapan parafin, pembentukan busa, serta gangguan pada proses pemisahan fluida.
Untuk mengendalikan permasalahan tersebut, industri menggunakan berbagai jenis Production Chemicals seperti Demulsifier, Corrosion Inhibitor, Scale Inhibitor, Biocide, Wax Inhibitor, Pour Point Depressant, Antifoam, dan Hydrate Inhibitor.
Setiap bahan kimia memiliki fungsi, mekanisme kerja, metode aplikasi, serta karakteristik yang berbeda. Pemilihan bahan kimia harus mempertimbangkan karakteristik fluida, kondisi operasi, kompatibilitas, efektivitas, keselamatan, dan aspek lingkungan.
Keberhasilan penggunaan Production Chemicals tidak hanya ditentukan oleh jenis bahan kimia, tetapi juga dipengaruhi oleh dosis, titik injeksi, pencampuran, temperatur, waktu kontak, dan kestabilan kondisi operasi.
Oleh karena itu, pengelolaan Production Chemicals memerlukan kerja sama antara fungsi Production Operations, Process Engineering, Petroleum Engineering, Production Chemistry, Laboratory, Maintenance, dan HSE.
Melalui webinar ini, peserta diperkenalkan pada jenis dan fungsi Production Chemicals, prinsip dasar mekanisme kerjanya, sistem injeksi bahan kimia, perhitungan dosis, serta metode pemantauan efektivitas penggunaan bahan kimia pada fasilitas produksi.
Pembelajaran juga mencakup pengenalan Chemical Injection Package, dosing pump, chemical storage tank, injection quill, serta prinsip dasar perhitungan dosis bahan kimia dalam satuan ppm.
Peserta akan diperkenalkan pada penggunaan bottle test, jar test, analisis laboratorium, dan data operasi untuk membantu mengevaluasi efektivitas bahan kimia.
Materi disampaikan melalui pendekatan praktis menggunakan Process Flow Diagram (PFD), ilustrasi sistem injeksi, visualisasi mekanisme kerja bahan kimia, studi kasus operasional, serta demonstrasi simulasi sederhana.
Webinar ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami hubungan antara ilmu kimia, termodinamika, mekanika fluida, perpindahan massa, operasi pemisahan, korosi, dan pengendalian proses dengan penerapan bahan kimia dalam industri hulu migas.
Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti kuis evaluasi untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Peserta yang memenuhi persyaratan kehadiran dan kelulusan kuis berhak memperoleh E-Certificate of Completion dari NDC Learning.
Setelah mengikuti webinar ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami pengertian dan peran Production Chemicals dalam kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi.
Mengenali berbagai permasalahan produksi yang memerlukan pengendalian menggunakan bahan kimia.
Menjelaskan fungsi dan prinsip dasar penggunaan demulsifier dalam proses pemisahan minyak dan air.
Memahami fungsi corrosion inhibitor untuk membantu mengendalikan korosi pada peralatan dan perpipaan.
Mengenali mekanisme pembentukan kerak serta peran scale inhibitor dalam pengendaliannya.
Memahami fungsi biocide untuk membantu mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme pada sistem produksi.
Mengenali aplikasi wax inhibitor, pour point depressant, antifoam, dan hydrate inhibitor.
Memahami komponen utama Chemical Injection System dan prinsip dasar pengoperasiannya.
Mengenali konsep perhitungan dosis bahan kimia dan hubungan antara dosis, laju alir fluida, serta konsentrasi produk.
Memahami pentingnya pemilihan titik injeksi, pencampuran, temperatur, dan waktu kontak.
Mengenali metode evaluasi efektivitas bahan kimia melalui pengujian laboratorium dan pemantauan operasi.
Memahami prinsip keselamatan, kompatibilitas, penyimpanan, serta pengelolaan bahan kimia yang bertanggung jawab.
Pengenalan Production Chemicals sebagai bahan kimia yang digunakan untuk membantu menjaga kualitas fluida, kelancaran proses, dan keandalan fasilitas produksi minyak dan gas bumi.
Peserta diperkenalkan pada hubungan antara karakteristik fluida reservoir, kondisi operasi, serta permasalahan produksi yang dapat memerlukan penggunaan bahan kimia.
Pembahasan mencakup contoh penerapan Production Chemicals pada sumur produksi, flowline, separator, fasilitas pengolahan minyak, sistem gas, dan pengolahan air terproduksi.
Pengenalan demulsifier sebagai bahan kimia yang digunakan untuk membantu memecah emulsi minyak dan air sehingga proses pemisahan dapat berlangsung lebih efektif.
Pembahasan mencakup mekanisme terbentuknya emulsi, peran senyawa aktif permukaan, kestabilan lapisan antarmuka, serta mekanisme kerja demulsifier dalam mendukung koalesensi droplet air.
Peserta diperkenalkan pada pengaruh dosis, temperatur, karakteristik minyak, titik injeksi, dan waktu kontak terhadap efektivitas demulsifier.
Materi juga mencakup pengenalan bottle test sebagai metode evaluasi awal kinerja bahan kimia.
Pengenalan corrosion inhibitor sebagai bahan kimia yang digunakan untuk membantu mengurangi laju korosi pada sistem produksi dan perpipaan.
Pembahasan mencakup faktor penyebab korosi seperti keberadaan air, CO₂, H₂S, oksigen, serta kondisi operasi tertentu.
Peserta diperkenalkan pada prinsip pembentukan lapisan pelindung oleh beberapa jenis corrosion inhibitor serta pentingnya pemilihan bahan kimia berdasarkan mekanisme korosi.
Materi juga membahas pengenalan metode pemantauan korosi seperti corrosion coupon, corrosion probe, dan analisis fluida.
Pengenalan pembentukan mineral scale atau kerak pada sistem produksi akibat perubahan kondisi fisik dan kimia fluida.
Pembahasan mencakup contoh kerak seperti calcium carbonate, barium sulfate, dan calcium sulfate serta faktor yang memengaruhi pembentukannya.
Peserta diperkenalkan pada fungsi scale inhibitor dalam menghambat nukleasi atau pertumbuhan kristal dan membantu mengurangi risiko penyumbatan.
Materi juga membahas hubungan antara temperatur, tekanan, komposisi air, dan potensi pembentukan kerak.
Pengenalan penggunaan biocide untuk membantu mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme pada sistem produksi dan pengolahan air.
Pembahasan mencakup pengenalan biofilm, microbiologically influenced corrosion (MIC), serta potensi gangguan akibat aktivitas mikroorganisme.
Peserta diperkenalkan pada prinsip dasar program pengendalian mikroorganisme, pemilihan bahan kimia, serta pentingnya evaluasi efektivitas dan kompatibilitas.
Materi juga menekankan aspek keselamatan dan lingkungan dalam penggunaan biocide.
Pengenalan permasalahan pengendapan wax atau parafin yang dapat terjadi akibat perubahan temperatur dan karakteristik minyak mentah.
Pembahasan mencakup konsep Wax Appearance Temperature (WAT), pembentukan deposit, serta dampaknya terhadap aliran fluida.
Peserta diperkenalkan pada fungsi wax inhibitor dan pour point depressant serta perbedaannya dalam membantu pengendalian masalah aliran.
Materi juga mencakup pengenalan hydrate inhibitor sebagai bahan kimia yang digunakan untuk membantu mengendalikan pembentukan hidrat pada sistem gas sesuai kondisi operasi.
Pengenalan penggunaan antifoam untuk membantu mengendalikan pembentukan busa yang dapat mengganggu proses pemisahan gas dan cairan.
Pembahasan mencakup pengaruh busa terhadap kestabilan level, kapasitas separator, dan potensi liquid carryover.
Peserta juga diperkenalkan secara umum pada jenis bahan kimia produksi lainnya, termasuk oxygen scavenger dan bahan kimia pendukung pengolahan air, sesuai kebutuhan fasilitas.
Materi menekankan bahwa setiap bahan kimia harus dipilih berdasarkan masalah yang teridentifikasi dan hasil evaluasi teknis.
Pengenalan peralatan utama yang digunakan untuk menyimpan, mengukur, dan menginjeksikan bahan kimia ke dalam sistem produksi.
Pembahasan mencakup fungsi chemical storage tank, dosing pump, calibration pot, injection line, check valve, pressure gauge, dan injection quill.
Peserta diperkenalkan pada prinsip pengoperasian Chemical Injection Package serta hubungan antara kapasitas pompa, laju injeksi, dan dosis bahan kimia.
Materi juga membahas pentingnya pemilihan material, pencegahan kebocoran, dan pemeliharaan peralatan injeksi.
Pengenalan prinsip dasar penentuan dosis bahan kimia berdasarkan karakteristik fluida, laju alir, konsentrasi produk, dan target pengendalian.
Pembahasan mencakup penggunaan satuan ppm, konversi satuan, serta hubungan antara dosis bahan kimia dan kebutuhan laju injeksi.
Peserta diperkenalkan pada contoh perhitungan sederhana kebutuhan bahan kimia berdasarkan laju produksi fluida.
Materi juga membahas pentingnya strategi titik injeksi, pencampuran, waktu kontak, dan temperatur dalam menentukan efektivitas bahan kimia.
Peserta diajak memahami bahwa peningkatan dosis tidak selalu menghasilkan peningkatan kinerja yang sebanding sehingga diperlukan evaluasi teknis dan optimasi penggunaan bahan kimia.
Pengenalan metode pemantauan efektivitas Production Chemicals melalui data operasi dan pengujian laboratorium.
Pembahasan mencakup evaluasi demulsifier melalui bottle test, pengamatan korosi melalui corrosion monitoring, pengujian kecenderungan scale, serta evaluasi kualitas fluida produksi.
Peserta diperkenalkan pada hubungan antara hasil analisis laboratorium, parameter operasi, dan pengambilan keputusan mengenai penggunaan bahan kimia.
Materi dilengkapi dengan studi kasus sederhana mengenai perubahan dosis demulsifier dan pengaruhnya terhadap pemisahan minyak dan air.
Pembelajaran dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting menggunakan pendekatan praktis, interaktif, dan berbasis pengalaman industri.
Webinar dirancang agar peserta tidak hanya memahami jenis dan fungsi Production Chemicals, tetapi juga mengenali mekanisme kerja, sistem injeksi, faktor yang memengaruhi efektivitas, serta prinsip evaluasi kinerja bahan kimia.
Metode pembelajaran yang digunakan meliputi:
1. Interactive Online Presentation
Penyampaian materi melalui Zoom menggunakan slide presentasi, ilustrasi bahan kimia produksi, diagram Chemical Injection System, Process Flow Diagram (PFD), serta visualisasi mekanisme kerja bahan kimia.
2. Industry Experience Sharing
Berbagi pengalaman praktis mengenai penggunaan demulsifier, corrosion inhibitor, scale inhibitor, dan bahan kimia produksi lainnya pada fasilitas hulu migas.
Pembahasan mencakup pemantauan dosis, pengendalian kualitas fluida, serta tantangan operasional yang dihadapi dalam pengelolaan bahan kimia.
3. Case-Based Learning
Pembahasan studi kasus sederhana mengenai emulsi minyak dan air, peningkatan BS&W, korosi perpipaan, pembentukan scale, serta gangguan proses akibat penggunaan bahan kimia yang kurang efektif.
Peserta diajak memahami hubungan antara karakteristik fluida, kondisi operasi, dan pemilihan bahan kimia.
4. Visual Simulation-Based Learning
Demonstrasi visualisasi atau simulasi sederhana mengenai sistem injeksi bahan kimia dan pengaruh perubahan dosis terhadap respons proses.
Contoh simulasi meliputi perubahan dosis demulsifier, pemilihan titik injeksi, serta evaluasi pemisahan minyak dan air secara konseptual.
5. Interactive Discussion & Q&A
Diskusi dan tanya jawab melalui audio maupun fitur chat Zoom untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan Production Chemicals, pengoperasian sistem injeksi, evaluasi kinerja, serta pengalaman industri.
6. Online Learning Evaluation
Pada akhir webinar, peserta mengikuti kuis evaluasi online yang disediakan oleh NDC Learning.
Kuis digunakan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap jenis, fungsi, prinsip kerja, dan pengelolaan Production Chemicals.
Setelah mengikuti webinar Production Chemicals in Upstream Oil & Gas Operations, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai peran bahan kimia dalam mendukung kegiatan produksi minyak dan gas bumi.
Peserta diharapkan mampu menjelaskan berbagai permasalahan produksi seperti emulsi, korosi, pembentukan kerak, pertumbuhan mikroorganisme, pengendapan wax, dan pembentukan busa serta mengenali jenis bahan kimia yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikannya.
Melalui pembelajaran berbasis ilustrasi teknis dan visualisasi proses, peserta diharapkan mampu mengenali fungsi demulsifier, corrosion inhibitor, scale inhibitor, biocide, wax inhibitor, antifoam, dan bahan kimia produksi lainnya.
Peserta juga diharapkan memahami bahwa efektivitas bahan kimia dipengaruhi oleh karakteristik fluida, dosis, temperatur, titik injeksi, pencampuran, serta waktu kontak.
Selain itu, peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai fungsi Chemical Injection System, prinsip dasar perhitungan dosis, dan pentingnya pemantauan penggunaan bahan kimia.
Pembelajaran ini diharapkan membantu mahasiswa menghubungkan konsep kimia, termodinamika, perpindahan massa, mekanika fluida, operasi pemisahan, dan pengendalian proses dengan penerapan Production Chemicals pada fasilitas industri.
Peserta juga diharapkan memahami pentingnya analisis laboratorium, evaluasi kinerja, kompatibilitas bahan kimia, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan dalam program penggunaan bahan kimia produksi.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran awal mengenai peluang pengembangan kompetensi dan karier pada bidang Production Chemistry, Chemical Treatment, Process Engineering, Production Operations, Laboratory Analysis, Corrosion Engineering, dan Flow Assurance.
Peserta yang memenuhi persyaratan kehadiran dan kelulusan kuis akan memperoleh E-Certificate of Completion dari NDC Learning sebagai bukti penyelesaian kegiatan pembelajaran. Sertifikat tersebut merupakan sertifikat webinar, bukan sertifikasi kompetensi profesi.
Program: NDC Learning — Upstream Oil & Gas Webinar Series
Topik: Production Chemicals in Upstream Oil & Gas Operations
Sasaran Peserta: Mahasiswa Teknik Kimia dan bidang teknik terkait
Metode Pelaksanaan: Online — Zoom Meeting
Platform: Zoom Meeting
Durasi Kegiatan: 1 Jam 30 Menit (90 Menit)
Narasumber: Praktisi Production Chemistry / Process Engineering / Production Operations
Jadwal Pelaksanaan: Akan diinformasikan
Pendaftaran: Melalui formulir resmi NDC Learning
Biaya Kegiatan: Akan diinformasikan
Fasilitas Peserta: Materi pembelajaran, visualisasi sistem injeksi bahan kimia, studi kasus, diskusi interaktif, kuis evaluasi, dan E-Certificate bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
Media Pembelajaran: Slide presentasi, Process Flow Diagram (PFD), ilustrasi Chemical Injection System, visualisasi mekanisme kerja bahan kimia, studi kasus, dan simulasi interaktif.
1. Pembukaan dan Pengenalan Topik — 5 Menit
Pembukaan webinar, perkenalan narasumber, penyampaian tujuan pembelajaran, serta pengantar mengenai peran Production Chemicals dalam kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi.
2. Penyampaian Materi Production Chemicals — 45 Menit
Pembahasan jenis dan fungsi Production Chemicals, prinsip kerja demulsifier, corrosion inhibitor, scale inhibitor, biocide, wax inhibitor, antifoam, hydrate inhibitor, sistem injeksi bahan kimia, perhitungan dosis, serta pemantauan efektivitas penggunaan bahan kimia.
3. Demonstrasi Visualisasi dan Studi Kasus — 15 Menit
Demonstrasi visualisasi atau simulasi sederhana mengenai sistem injeksi bahan kimia pada fasilitas produksi.
Peserta diajak memahami hubungan antara dosis, titik injeksi, karakteristik fluida, dan efektivitas bahan kimia melalui contoh kasus penggunaan demulsifier.
4. Diskusi dan Tanya Jawab — 15 Menit
Sesi interaktif antara peserta dan narasumber untuk membahas penerapan Production Chemicals, pengalaman operasional, pengendalian dosis, evaluasi laboratorium, serta tantangan penggunaan bahan kimia di industri.
5. Kuis Evaluasi dan Penutupan — 10 Menit
Peserta mengikuti kuis evaluasi online untuk mengukur pemahaman terhadap materi webinar.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kesimpulan, informasi penerbitan E-Certificate, serta penutupan webinar.
Total Durasi Pembelajaran: 90 Menit (1 Jam 30 Menit)
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, NDC Learning menyediakan kuis evaluasi online yang wajib diikuti oleh peserta yang ingin memperoleh E-Certificate.
Ketentuan Kuis:
Jumlah soal: 10 soal pilihan ganda.
Materi kuis: Jenis dan fungsi Production Chemicals, demulsifier, corrosion inhibitor, scale inhibitor, biocide, wax inhibitor, sistem injeksi bahan kimia, perhitungan dosis, dan evaluasi kinerja.
Waktu pengerjaan: Sekitar 7 menit dalam sesi evaluasi.
Nilai kelulusan minimum: 70 dari 100.
Media evaluasi: Google Forms atau platform evaluasi resmi NDC Learning.
Peserta wajib menggunakan identitas sesuai data pendaftaran.
Persyaratan Memperoleh E-Certificate:
Melakukan pendaftaran melalui formulir resmi NDC Learning.
Mengikuti webinar melalui Zoom dengan kehadiran minimal 75% dari total durasi kegiatan.
Mengisi daftar hadir atau formulir konfirmasi kehadiran.
Mengikuti kuis evaluasi pada akhir kegiatan.
Memperoleh nilai kuis minimal 70 dari 100.
Peserta yang memenuhi seluruh persyaratan akan memperoleh E-Certificate of Completion yang diterbitkan oleh NDC Learning.
Peserta yang belum mencapai nilai minimum dapat diberikan kesempatan mengulang kuis satu kali sesuai ketentuan penyelenggara.
E-Certificate diterbitkan secara digital setelah data kehadiran dan hasil evaluasi selesai diverifikasi oleh tim NDC Learning.
Link Zoom Meeting akan disampaikan kepada peserta terdaftar melalui kanal komunikasi resmi NDC Learning sebelum kegiatan berlangsung.
Peserta disarankan bergabung ke ruang Zoom sekitar 10 menit sebelum webinar dimulai untuk memastikan kesiapan perangkat, koneksi internet, dan audio.
Selama webinar berlangsung, peserta diharapkan menggunakan nama sesuai data pendaftaran, menjaga ketertiban kegiatan, serta berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi dan evaluasi.
Informasi mengenai jadwal kegiatan, pendaftaran, dan mekanisme penerbitan E-Certificate akan diumumkan melalui website serta kanal komunikasi resmi NDC Learning.
Menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata di dunia industri melalui pembelajaran yang praktis, interaktif, dan kolaboratif.
NDC Learning berkomitmen menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman profesional industri, sekaligus mendorong pengembangan kompetensi teknis, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
NDC Learning
Learn Together. Grow Together. Make an Impact.