NDC Learning — Upstream Oil & Gas Webinar Series
Understanding Natural Gas Dehydration, Carbon Dioxide Removal, Gas Quality Control, and Process Operations in Upstream Gas Facilities
Gas Dehydration dan CO₂ Removal merupakan dua proses penting dalam pengolahan gas alam yang bertujuan mengurangi kandungan uap air dan karbon dioksida agar gas memenuhi persyaratan kualitas, keselamatan, serta kebutuhan operasi dan penyaluran.
Gas alam yang dihasilkan dari reservoir dapat mengandung berbagai komponen, seperti metana, etana, propana, karbon dioksida (CO₂), uap air, nitrogen, serta hidrogen sulfida (H₂S) pada kondisi reservoir tertentu.
Keberadaan uap air dan CO₂ dalam aliran gas dapat menimbulkan permasalahan operasional apabila tidak dikendalikan sesuai kondisi dan spesifikasi fasilitas.
Kandungan uap air yang tinggi dapat meningkatkan risiko pembentukan gas hydrate pada kondisi tekanan dan temperatur tertentu. Hidrat yang terbentuk berpotensi menyebabkan penyumbatan pada perpipaan, valve, dan peralatan proses.
Sementara itu, CO₂ dapat menurunkan nilai kalor gas dan berkontribusi terhadap korosi apabila terdapat fase air yang memungkinkan terbentuknya lingkungan korosif. Kandungan CO₂ juga dapat menyebabkan gas tidak memenuhi spesifikasi penyaluran tertentu.
Untuk mengendalikan permasalahan tersebut, industri hulu migas menggunakan teknologi Gas Dehydration dan Acid Gas Removal, dengan pemilihan proses yang disesuaikan dengan karakteristik gas umpan dan kebutuhan produk.
Gas Dehydration dapat dilakukan menggunakan teknologi absorpsi dengan glycol, seperti Triethylene Glycol (TEG), maupun adsorpsi menggunakan solid desiccant seperti molecular sieve.
Sementara itu, CO₂ Removal dapat dilakukan melalui proses absorpsi kimia menggunakan larutan amina, pemisahan menggunakan membran, atau teknologi lain sesuai kondisi operasi dan target pengolahan.
Melalui webinar ini, peserta diperkenalkan pada karakteristik gas alam, prinsip dasar pengeringan gas, mekanisme penyerapan CO₂, fungsi peralatan utama, serta parameter operasi yang memengaruhi kinerja pengolahan.
Pembelajaran mencakup pengenalan TEG Contactor, Glycol Regeneration System, Amine Absorber, Amine Regenerator, Heat Exchanger, Separator, dan Gas Quality Monitoring System.
Peserta juga akan mempelajari hubungan antara tekanan, temperatur, komposisi gas, kandungan air, konsentrasi pelarut, dan laju sirkulasi terhadap efektivitas proses pengolahan gas.
Materi disampaikan melalui pendekatan praktis menggunakan Process Flow Diagram (PFD), ilustrasi peralatan, visualisasi aliran gas dan pelarut, studi kasus operasional, serta demonstrasi simulasi sederhana.
Webinar ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami penerapan konsep Teknik Kimia, khususnya termodinamika, kesetimbangan fase, perpindahan massa, absorpsi, adsorpsi, perpindahan panas, dan pengendalian proses pada fasilitas pengolahan gas alam.
Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti kuis evaluasi untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Peserta yang memenuhi persyaratan kehadiran dan kelulusan kuis berhak memperoleh E-Certificate of Completion dari NDC Learning.
Setelah mengikuti webinar ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami tujuan Gas Dehydration dan CO₂ Removal dalam kegiatan pengolahan gas alam.
Mengenali karakteristik gas alam serta pengaruh kandungan uap air dan CO₂ terhadap kualitas gas.
Menjelaskan hubungan antara tekanan, temperatur, dan potensi pembentukan gas hydrate.
Memahami prinsip dasar absorpsi dan adsorpsi dalam proses pengeringan gas.
Mengenali fungsi peralatan utama pada sistem Triethylene Glycol (TEG) Dehydration.
Memahami prinsip dasar regenerasi glycol dan pengaruh konsentrasi pelarut terhadap efektivitas pengeringan.
Mengenali prinsip kerja Solid Desiccant Dehydration menggunakan molecular sieve.
Memahami prinsip dasar CO₂ Removal menggunakan teknologi amine gas treating.
Mengenali fungsi Amine Absorber, Regenerator, Heat Exchanger, dan peralatan pendukung lainnya.
Memahami pengenalan teknologi membran sebagai salah satu alternatif pemisahan CO₂ dari gas alam.
Mengenali parameter operasi, metode pengendalian kualitas, dan potensi gangguan pada sistem Gas Dehydration dan CO₂ Removal.
Menghubungkan konsep Teknik Kimia dengan penerapan proses absorpsi, adsorpsi, regenerasi pelarut, dan pemisahan gas di industri.
Pengenalan proses pengondisian gas alam untuk memenuhi kebutuhan operasi, keselamatan, dan kualitas gas.
Peserta diperkenalkan pada komponen utama gas alam, termasuk hidrokarbon ringan, uap air, CO₂, serta kemungkinan keberadaan gas asam lainnya.
Pembahasan mencakup alasan perlunya pengurangan kandungan air dan CO₂ serta gambaran umum posisi Gas Dehydration dan CO₂ Removal dalam rangkaian pengolahan gas.
Pengenalan kandungan air dalam gas alam serta hubungannya dengan tekanan, temperatur, dan kondisi kesetimbangan fase.
Materi mencakup konsep water content, water dew point, dan pembentukan gas hydrate.
Peserta diperkenalkan pada perbedaan kondensasi air dan pembentukan hidrat serta faktor yang memengaruhi risiko terjadinya penyumbatan pada fasilitas gas.
Pembahasan juga mencakup pentingnya pengendalian kandungan air untuk menjaga keandalan sistem perpipaan dan peralatan proses.
Pengenalan prinsip dasar Gas Dehydration melalui mekanisme absorpsi dan adsorpsi.
Pembahasan mencakup perbedaan antara penyerapan uap air ke dalam pelarut cair dan penjerapan molekul air pada permukaan atau pori material padat.
Peserta diperkenalkan pada pemilihan teknologi pengeringan gas berdasarkan karakteristik gas, target water dew point, tekanan operasi, serta kebutuhan fasilitas.
Pengenalan sistem pengeringan gas menggunakan Triethylene Glycol sebagai salah satu teknologi yang banyak diterapkan dalam industri gas alam.
Pembahasan mencakup fungsi Inlet Scrubber, TEG Contactor, Lean Glycol, Rich Glycol, dan Glycol Circulation System.
Peserta diperkenalkan pada mekanisme kontak antara gas basah dan glycol di dalam kolom absorber, sehingga sebagian besar uap air berpindah dari gas menuju pelarut.
Materi juga membahas pengaruh laju sirkulasi glycol, temperatur, tekanan, dan konsentrasi pelarut terhadap kinerja pengeringan.
Pengenalan proses regenerasi glycol untuk mengurangi kandungan air dalam rich glycol sehingga dapat digunakan kembali pada sistem pengeringan.
Pembahasan mencakup fungsi Flash Tank, Heat Exchanger, Regenerator, Reboiler, dan Glycol Storage atau Surge Tank.
Peserta diperkenalkan pada prinsip pemanasan rich glycol untuk melepaskan air serta pengembalian lean glycol menuju contactor.
Materi juga membahas pemantauan konsentrasi glycol, temperatur regenerasi, kehilangan pelarut, foaming, dan potensi degradasi glycol.
Pengenalan teknologi pengeringan gas menggunakan bahan adsorben padat seperti molecular sieve.
Pembahasan mencakup prinsip adsorpsi molekul air pada material berpori serta penggunaan beberapa adsorption bed yang dioperasikan secara bergantian.
Peserta diperkenalkan pada tahapan adsorpsi, regenerasi, pendinginan, dan pergantian operasi bed.
Materi juga membahas keunggulan teknologi solid desiccant untuk kebutuhan kadar air sangat rendah, serta tantangan berupa kebutuhan regenerasi dan potensi kontaminasi adsorben.
Pengenalan keberadaan karbon dioksida dalam gas alam dan pengaruhnya terhadap kualitas gas serta kondisi operasi.
Pembahasan mencakup hubungan antara kandungan CO₂, nilai kalor, spesifikasi gas, dan potensi korosi pada sistem yang mengandung air.
Peserta diperkenalkan pada konsep Acid Gas Removal serta perbedaan umum antara gas yang mengandung gas asam dan gas yang telah mengalami proses pemurnian.
Materi juga menekankan bahwa kebutuhan pengurangan CO₂ ditentukan oleh komposisi gas umpan, spesifikasi produk, serta evaluasi teknis dan ekonomi.
Pengenalan proses pemisahan CO₂ menggunakan larutan amina sebagai salah satu teknologi absorpsi kimia.
Pembahasan mencakup fungsi Amine Absorber, Lean Amine, Rich Amine, serta mekanisme penyerapan CO₂ dari aliran gas.
Peserta diperkenalkan pada contoh pelarut seperti Monoethanolamine (MEA), Diethanolamine (DEA), dan Methyldiethanolamine (MDEA), beserta perbedaan karakteristik penggunaannya secara umum.
Materi juga membahas pengaruh tekanan, temperatur, konsentrasi pelarut, dan laju sirkulasi terhadap kinerja absorpsi.
Pengenalan proses regenerasi rich amine untuk melepaskan CO₂ yang telah diserap sehingga pelarut dapat digunakan kembali.
Pembahasan mencakup fungsi Rich/Lean Amine Heat Exchanger, Regenerator atau Stripper, Reboiler, dan sistem pendinginan pelarut.
Peserta diperkenalkan pada prinsip regenerasi termal, kebutuhan energi, serta pengelolaan aliran acid gas hasil pemisahan.
Materi juga mencakup pengenalan teknologi membran sebagai alternatif pemisahan CO₂ berdasarkan perbedaan permeabilitas komponen gas.
Pembahasan menekankan bahwa pemilihan antara teknologi amina dan membran bergantung pada komposisi gas, tekanan, target pemisahan, serta kelayakan teknis dan ekonomi.
Pengenalan parameter operasi dan kualitas yang digunakan untuk memantau kinerja sistem Gas Dehydration dan CO₂ Removal.
Pembahasan mencakup tekanan, temperatur, laju alir gas, laju sirkulasi pelarut, konsentrasi glycol atau amina, kandungan air, water dew point, dan konsentrasi CO₂ pada gas hasil pengolahan.
Peserta diperkenalkan pada penggunaan gas analyzer, moisture analyzer, Gas Chromatography, serta pengujian laboratorium yang relevan.
Materi juga membahas contoh gangguan seperti foaming, solvent carryover, penurunan efektivitas pengeringan, kontaminasi pelarut, korosi, serta ketidaksesuaian kualitas gas.
Aspek keselamatan mencakup bahaya tekanan, temperatur tinggi, bahan kimia proses, kebocoran gas, serta pengendalian emisi dan aliran gas hasil regenerasi.
Pembelajaran dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting menggunakan pendekatan praktis, interaktif, dan berbasis pengalaman industri.
Webinar dirancang agar peserta memahami prinsip dasar Gas Dehydration dan CO₂ Removal, mengenali fungsi peralatan, serta mampu menghubungkan perubahan kondisi operasi dengan kualitas gas hasil pengolahan.
Metode pembelajaran yang digunakan meliputi:
1. Interactive Online Presentation
Penyampaian materi melalui Zoom menggunakan slide presentasi, Process Flow Diagram (PFD), ilustrasi peralatan, serta visualisasi aliran gas, glycol, dan amina pada sistem pengolahan.
2. Industry Experience Sharing
Berbagi pengalaman praktis mengenai pengoperasian fasilitas gas, pemantauan kandungan air dan CO₂, pengendalian parameter operasi, serta tantangan yang dihadapi dalam proses pengolahan gas alam.
3. Case-Based Learning
Pembahasan studi kasus sederhana mengenai tingginya kandungan air pada gas hasil pengeringan, perubahan konsentrasi glycol, penurunan efektivitas absorpsi CO₂, dan gangguan kualitas gas.
Peserta diajak memahami hubungan antara karakteristik gas umpan, kondisi operasi, serta kinerja proses.
4. Visual Simulation-Based Learning
Demonstrasi visualisasi atau simulasi sederhana mengenai aliran gas basah menuju TEG Contactor, proses regenerasi glycol, serta pemisahan CO₂ pada Amine Absorber.
Peserta dapat mengamati perubahan parameter operasi dan memahami pengaruhnya terhadap kualitas gas secara konseptual.
5. Interactive Discussion & Q&A
Diskusi dan tanya jawab melalui audio maupun fitur chat Zoom untuk memperdalam pemahaman mengenai Gas Dehydration, CO₂ Removal, fungsi peralatan, dan pengalaman operasional industri.
6. Online Learning Evaluation
Pada akhir webinar, peserta mengikuti kuis evaluasi online yang disediakan oleh NDC Learning.
Kuis digunakan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap prinsip dasar pengeringan gas, pengurangan CO₂, serta penerapannya dalam kegiatan industri hulu migas.
Setelah mengikuti webinar Gas Dehydration & CO₂ Removal, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai pentingnya pengurangan kandungan uap air dan karbon dioksida dalam pengolahan gas alam.
Peserta diharapkan mampu menjelaskan hubungan antara kandungan air, tekanan, temperatur, pembentukan hidrat, serta potensi gangguan pada sistem perpipaan dan peralatan proses.
Melalui pembelajaran berbasis ilustrasi teknis dan visualisasi proses, peserta diharapkan mampu mengenali prinsip kerja TEG Dehydration, Glycol Regeneration, Solid Desiccant Dehydration, Amine Gas Treating, dan pemisahan CO₂ menggunakan membran.
Peserta juga diharapkan memahami fungsi peralatan utama seperti Gas Scrubber, TEG Contactor, Regenerator, Reboiler, Amine Absorber, dan Heat Exchanger.
Selain itu, peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai pentingnya pengendalian konsentrasi pelarut, laju sirkulasi, temperatur, tekanan, dan kualitas gas hasil pengolahan.
Pembelajaran ini diharapkan membantu mahasiswa menghubungkan konsep termodinamika, kesetimbangan fase, perpindahan massa, absorpsi, adsorpsi, perpindahan panas, dan pengendalian proses dengan penerapannya pada fasilitas industri.
Peserta juga diharapkan memahami bahwa pemilihan teknologi pengeringan dan pemisahan CO₂ harus mempertimbangkan karakteristik gas, target kualitas, keselamatan, kebutuhan energi, serta kelayakan operasi.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran awal mengenai peluang pengembangan kompetensi dan karier pada bidang Gas Processing Engineering, Process Engineering, Production Operations, Gas Quality Control, Laboratory Analysis, serta Process Design & Optimization.
Peserta yang memenuhi persyaratan kehadiran dan kelulusan kuis akan memperoleh E-Certificate of Completion dari NDC Learning sebagai bukti penyelesaian kegiatan pembelajaran. Sertifikat tersebut merupakan sertifikat webinar, bukan sertifikasi kompetensi profesi.
Program: NDC Learning — Upstream Oil & Gas Webinar Series
Topik: Gas Dehydration & CO₂ Removal
Sasaran Peserta: Mahasiswa Teknik Kimia dan bidang teknik terkait
Metode Pelaksanaan: Online — Zoom Meeting
Platform: Zoom Meeting
Durasi Kegiatan: 1 Jam 30 Menit (90 Menit)
Narasumber: Praktisi Gas Processing / Process Engineering / Production Operations
Jadwal Pelaksanaan: Akan diinformasikan
Pendaftaran: Melalui formulir resmi NDC Learning
Biaya Kegiatan: Akan diinformasikan
Fasilitas Peserta: Materi pembelajaran, visualisasi sistem Gas Dehydration dan CO₂ Removal, studi kasus, diskusi interaktif, kuis evaluasi, dan E-Certificate bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
Media Pembelajaran: Slide presentasi, Process Flow Diagram (PFD), ilustrasi TEG Dehydration System, Amine Gas Treating System, visualisasi proses, studi kasus, dan simulasi interaktif.
1. Pembukaan dan Pengenalan Topik — 5 Menit
Pembukaan webinar, perkenalan narasumber, penyampaian tujuan pembelajaran, serta pengantar mengenai pentingnya pengendalian kandungan air dan CO₂ dalam gas alam.
2. Penyampaian Materi Gas Dehydration & CO₂ Removal — 45 Menit
Pembahasan karakteristik gas alam, water dew point, pembentukan hidrat, prinsip absorpsi dan adsorpsi, TEG Dehydration, Glycol Regeneration, Solid Desiccant Dehydration, Amine Gas Treating, regenerasi amina, teknologi membran, serta pengendalian kualitas gas.
3. Demonstrasi Visualisasi dan Studi Kasus — 15 Menit
Demonstrasi visualisasi atau simulasi sederhana mengenai proses pengeringan gas menggunakan TEG dan pemisahan CO₂ menggunakan larutan amina.
Peserta diajak memahami aliran gas dan pelarut, fungsi peralatan, serta pengaruh perubahan parameter operasi terhadap kualitas gas hasil pengolahan.
4. Diskusi dan Tanya Jawab — 15 Menit
Sesi interaktif antara peserta dan narasumber untuk membahas penerapan Gas Dehydration dan CO₂ Removal, pengalaman operasional fasilitas gas, serta tantangan pengendalian kualitas gas.
5. Kuis Evaluasi dan Penutupan — 10 Menit
Peserta mengikuti kuis evaluasi online untuk mengukur pemahaman terhadap materi webinar.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kesimpulan, informasi penerbitan E-Certificate, serta penutupan webinar.
Total Durasi Pembelajaran: 90 Menit (1 Jam 30 Menit)
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, NDC Learning menyediakan kuis evaluasi online yang wajib diikuti oleh peserta yang ingin memperoleh E-Certificate.
Ketentuan Kuis:
Jumlah soal: 10 soal pilihan ganda.
Materi kuis: Kandungan air dalam gas, water dew point, gas hydrate, TEG Dehydration, Glycol Regeneration, molecular sieve, CO₂ Removal, Amine Gas Treating, regenerasi amina, dan pengendalian kualitas gas.
Waktu pengerjaan: Sekitar 7 menit dalam sesi evaluasi.
Nilai kelulusan minimum: 70 dari 100.
Media evaluasi: Google Forms atau platform evaluasi resmi NDC Learning.
Peserta wajib menggunakan identitas sesuai data pendaftaran.
Persyaratan Memperoleh E-Certificate:
Melakukan pendaftaran melalui formulir resmi NDC Learning.
Mengikuti webinar melalui Zoom dengan kehadiran minimal 75% dari total durasi kegiatan.
Mengisi daftar hadir atau formulir konfirmasi kehadiran.
Mengikuti kuis evaluasi pada akhir kegiatan.
Memperoleh nilai kuis minimal 70 dari 100.
Peserta yang memenuhi seluruh persyaratan akan memperoleh E-Certificate of Completion yang diterbitkan oleh NDC Learning.
Peserta yang belum mencapai nilai minimum dapat diberikan kesempatan mengulang kuis satu kali sesuai ketentuan penyelenggara.
E-Certificate diterbitkan secara digital setelah data kehadiran dan hasil evaluasi selesai diverifikasi oleh tim NDC Learning.
Link Zoom Meeting akan disampaikan kepada peserta terdaftar melalui kanal komunikasi resmi NDC Learning sebelum kegiatan berlangsung.
Peserta disarankan bergabung ke ruang Zoom sekitar 10 menit sebelum webinar dimulai untuk memastikan kesiapan perangkat, koneksi internet, dan audio.
Selama webinar berlangsung, peserta diharapkan menggunakan nama sesuai data pendaftaran, menjaga ketertiban kegiatan, serta berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi dan evaluasi.
Informasi mengenai jadwal kegiatan, pendaftaran, dan mekanisme penerbitan E-Certificate akan diumumkan melalui website serta kanal komunikasi resmi NDC Learning.
Menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata di dunia industri melalui pembelajaran yang praktis, interaktif, dan kolaboratif.
NDC Learning berkomitmen menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman profesional industri, sekaligus mendorong pengembangan kompetensi teknis, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
NDC Learning
Learn Together. Grow Together. Make an Impact.