NDC Learning — Upstream Oil & Gas Webinar Series
Understanding Produced Water Characteristics, Treatment Technologies, Environmental Management, and Water Quality Control in Upstream Oil & Gas Operations
Produced Water Treatment merupakan salah satu kegiatan penting dalam industri hulu minyak dan gas bumi yang bertujuan mengolah air yang ikut terproduksi bersama minyak dan gas agar memenuhi persyaratan untuk pengelolaan, pemanfaatan kembali, injeksi, atau pembuangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi, fluida yang dihasilkan dari reservoir umumnya terdiri dari campuran minyak, gas, dan air. Air yang ikut terproduksi tersebut dikenal sebagai Produced Water atau air terproduksi.
Seiring bertambahnya usia lapangan minyak dan gas bumi, volume air terproduksi dapat meningkat akibat perubahan kondisi reservoir dan dinamika produksi. Kondisi ini menyebabkan pengelolaan produced water menjadi salah satu tantangan operasional yang perlu diperhatikan.
Produced water dapat mengandung minyak bebas, minyak terdispersi, padatan tersuspensi, garam terlarut, bahan kimia produksi, serta komponen organik dan anorganik lainnya. Komposisinya bervariasi bergantung pada karakteristik reservoir, fluida produksi, dan proses yang digunakan.
Kandungan tersebut dapat menimbulkan permasalahan seperti pencemaran lingkungan, pembentukan kerak, korosi, penyumbatan peralatan, dan gangguan pada sistem injeksi apabila tidak dikelola dengan baik.
Untuk mengendalikan kualitas air terproduksi, industri hulu migas menggunakan berbagai teknologi pengolahan seperti API Separator, Skim Tank, Corrugated Plate Interceptor (CPI), Hydrocyclone, Induced Gas Flotation (IGF), Dissolved Air Flotation (DAF), Filtration System, dan teknologi membran.
Pemilihan teknologi pengolahan disesuaikan dengan karakteristik air, target kualitas, kapasitas fasilitas, serta tujuan akhir pengelolaan produced water. Tidak semua fasilitas menggunakan seluruh teknologi tersebut.
Melalui webinar ini, peserta diperkenalkan pada karakteristik produced water, sumber pembentukannya, prinsip dasar pemisahan minyak dan air, teknologi pengolahan fisik dan kimia, serta pengendalian kualitas air hasil pengolahan.
Pembelajaran juga mencakup pengenalan parameter kualitas seperti Oil and Grease, Total Suspended Solids (TSS), pH, salinitas, Total Dissolved Solids (TDS), dan parameter lain yang relevan dengan tujuan pengelolaan air.
Peserta akan mempelajari gambaran aliran proses mulai dari pemisahan air pada fasilitas produksi hingga pengolahan lanjutan, pemantauan kualitas, serta pengelolaan air hasil pengolahan.
Materi disampaikan melalui pendekatan praktis menggunakan Process Flow Diagram (PFD), ilustrasi peralatan, visualisasi pemisahan minyak dan air, pengalaman operasional industri, serta demonstrasi simulasi proses sederhana.
Webinar ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami hubungan antara teori Teknik Kimia seperti mekanika fluida, operasi pemisahan, proses fisikokimia, perpindahan massa, teknologi membran, dan pengendalian pencemaran dengan penerapannya dalam industri hulu migas.
Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti kuis evaluasi untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Peserta yang memenuhi persyaratan kehadiran dan kelulusan kuis berhak memperoleh E-Certificate of Completion dari NDC Learning.
Setelah mengikuti webinar ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami pengertian dan sumber terbentuknya produced water dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi.
Mengenali karakteristik fisik dan kimia air terproduksi.
Memahami hubungan antara water cut, laju produksi, dan volume produced water.
Menjelaskan prinsip dasar pemisahan minyak dan air pada fasilitas produksi.
Mengenali fungsi Skim Tank, API Separator, dan Corrugated Plate Interceptor (CPI).
Memahami prinsip kerja Hydrocyclone dalam pemisahan minyak terdispersi dari air.
Mengenali prinsip dasar Induced Gas Flotation (IGF) dan Dissolved Air Flotation (DAF).
Memahami peran bahan kimia dalam mendukung proses pengolahan air terproduksi.
Mengenali penerapan filtrasi dan teknologi membran dalam pengolahan lanjutan.
Memahami parameter pengendalian kualitas produced water dan peran analisis laboratorium.
Mengenali prinsip pengelolaan produced water untuk injeksi, pemanfaatan kembali, atau pembuangan sesuai persyaratan.
Menghubungkan konsep Teknik Kimia dan pengendalian lingkungan dengan penerapan Produced Water Treatment di industri hulu migas.
Pengenalan produced water sebagai salah satu fluida yang dihasilkan dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi.
Peserta diperkenalkan pada asal air terproduksi, termasuk air formasi dan air yang dapat berkaitan dengan kegiatan injeksi untuk mendukung produksi reservoir.
Pembahasan mencakup hubungan antara produksi minyak, peningkatan water cut, serta kebutuhan fasilitas pengelolaan air terproduksi.
Pengenalan karakteristik fisik dan kimia produced water yang dapat memengaruhi pemilihan teknologi pengolahan.
Materi mencakup minyak bebas, minyak terdispersi, padatan tersuspensi, garam terlarut, bahan organik, serta kemungkinan keberadaan komponen kimia lainnya.
Peserta diperkenalkan pada parameter seperti Oil and Grease, TSS, TDS, pH, salinitas, temperatur, dan ukuran droplet minyak.
Pembahasan juga mencakup pengaruh karakteristik air terhadap efisiensi pemisahan dan pengolahan.
Pengenalan prinsip dasar pemisahan minyak dan air berdasarkan perbedaan densitas, ukuran droplet, gaya gravitasi, serta mekanisme koalesensi.
Pembahasan mencakup perbedaan minyak bebas, minyak terdispersi, dan minyak teremulsi dalam air.
Peserta diperkenalkan pada pengaruh waktu tinggal, turbulensi, temperatur, serta karakteristik fluida terhadap efektivitas pemisahan.
Materi juga menjelaskan pentingnya pemisahan awal untuk mengurangi beban proses pengolahan berikutnya.
Pengenalan peralatan pemisahan gravitasi yang digunakan untuk mengurangi kandungan minyak bebas dan sebagian minyak terdispersi dalam air.
Pembahasan mencakup fungsi API Separator, Skim Tank, dan Corrugated Plate Interceptor (CPI).
Peserta diperkenalkan pada prinsip kerja masing-masing peralatan, termasuk pemisahan berdasarkan perbedaan densitas serta penggunaan pelat untuk memperpendek jarak pemisahan droplet.
Materi juga membahas pengaruh laju alir, waktu tinggal, ukuran droplet, dan pengumpulan minyak hasil pemisahan.
Pengenalan Hydrocyclone sebagai salah satu teknologi pemisahan minyak terdispersi dari air menggunakan gaya sentrifugal.
Pembahasan mencakup prinsip kerja Deoiling Hydrocyclone, aliran tangensial, perbedaan densitas, serta pemisahan aliran minyak dan air.
Peserta diperkenalkan pada pengaruh differential pressure, laju alir, ukuran droplet, dan karakteristik fluida terhadap kinerja pemisahan.
Materi juga membahas keunggulan dan keterbatasan Hydrocyclone dalam sistem pengolahan produced water.
Pengenalan teknologi flotasi yang menggunakan gelembung gas untuk membantu mengangkat droplet minyak dan partikel tertentu ke permukaan air.
Pembahasan mencakup prinsip kerja Induced Gas Flotation (IGF) dan Dissolved Air Flotation (DAF).
Peserta diperkenalkan pada mekanisme interaksi gelembung gas dengan droplet minyak serta proses pengumpulan lapisan minyak atau buih pada permukaan.
Materi juga membahas faktor yang memengaruhi kinerja flotasi seperti ukuran gelembung, karakteristik minyak, kondisi aliran, dan penggunaan bahan kimia pendukung.
Pengenalan penggunaan bahan kimia untuk membantu meningkatkan efektivitas pemisahan dan pengolahan produced water.
Pembahasan mencakup fungsi koagulan, flokulan, dan bahan kimia pemecah emulsi sesuai karakteristik air dan kebutuhan proses.
Peserta diperkenalkan pada mekanisme destabilisasi partikel atau droplet, pembentukan flok, serta pentingnya penentuan dosis yang sesuai.
Materi juga membahas penggunaan jar test sebagai salah satu metode evaluasi awal efektivitas bahan kimia pengolahan.
Pengenalan teknologi pengolahan lanjutan untuk membantu mengurangi padatan tersuspensi, minyak residu, atau komponen terlarut tertentu sesuai target kualitas.
Pembahasan mencakup prinsip dasar media filtration, cartridge filtration, serta pengenalan teknologi membran seperti Microfiltration (MF), Ultrafiltration (UF), Nanofiltration (NF), dan Reverse Osmosis (RO).
Peserta diperkenalkan pada perbedaan kemampuan pemisahan masing-masing teknologi, kebutuhan pretreatment, serta tantangan fouling dan scaling.
Materi menekankan bahwa teknologi membran dipilih berdasarkan karakteristik air, target pengolahan, dan kelayakan teknis maupun ekonomi.
Pengenalan kegiatan pengendalian kualitas produced water melalui sampling, analisis laboratorium, dan pemantauan parameter operasi.
Pembahasan mencakup pengukuran Oil and Grease, TSS, pH, salinitas, TDS, serta parameter lain yang relevan dengan tujuan pengelolaan.
Peserta diperkenalkan pada pentingnya metode sampling yang representatif, penggunaan metode analisis yang sesuai, dan interpretasi hasil pengujian.
Materi juga mencakup pengenalan pengelolaan air hasil pengolahan untuk injeksi, pemanfaatan kembali, atau pembuangan sesuai izin, standar kualitas, dan peraturan yang berlaku.
Pengenalan parameter operasi yang digunakan untuk memantau kinerja fasilitas Produced Water Treatment.
Pembahasan mencakup laju alir, tekanan, differential pressure, level cairan, temperatur, dosis bahan kimia, serta kualitas air pada inlet dan outlet peralatan.
Peserta diperkenalkan pada contoh gangguan operasional seperti meningkatnya Oil and Grease, terbawanya minyak ke outlet air, penurunan efisiensi Hydrocyclone, gangguan flotasi, penyumbatan filter, dan fouling membran.
Materi dilengkapi studi kasus sederhana untuk memahami hubungan antara karakteristik air, perubahan kondisi operasi, dan kualitas hasil pengolahan.
Pembelajaran dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting menggunakan pendekatan praktis, interaktif, dan berbasis pengalaman industri.
Webinar dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep Produced Water Treatment, tetapi juga mengenali fungsi peralatan, aliran proses, parameter operasi, serta tantangan pengendalian kualitas air.
Metode pembelajaran yang digunakan meliputi:
1. Interactive Online Presentation
Penyampaian materi melalui Zoom menggunakan slide presentasi, ilustrasi peralatan, Process Flow Diagram (PFD), visualisasi pemisahan minyak dan air, serta contoh fasilitas pengolahan produced water.
2. Industry Experience Sharing
Berbagi pengalaman praktis mengenai pengoperasian fasilitas pengolahan air, pengendalian kandungan minyak, pemantauan kualitas air, penggunaan bahan kimia, serta tantangan operasional di industri.
3. Case-Based Learning
Pembahasan studi kasus sederhana mengenai peningkatan kandungan Oil and Grease, gangguan pemisahan minyak dan air, perubahan karakteristik produced water, serta penurunan kinerja peralatan.
Peserta diajak memahami hubungan antara karakteristik air, kondisi operasi, dan kualitas hasil pengolahan.
4. Visual Simulation-Based Learning
Demonstrasi visualisasi atau simulasi sederhana mengenai aliran produced water dari fasilitas pemisahan menuju unit pengolahan air.
Peserta dapat mengamati proses pemisahan minyak dan air serta memahami pengaruh perubahan parameter operasi terhadap kinerja sistem secara konseptual.
5. Interactive Discussion & Q&A
Diskusi dan tanya jawab melalui audio maupun fitur chat Zoom untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi pengolahan air terproduksi, pengendalian kualitas, dan penerapan pengelolaan lingkungan.
6. Online Learning Evaluation
Pada akhir webinar, peserta mengikuti kuis evaluasi online yang disediakan oleh NDC Learning.
Kuis digunakan untuk mengukur pemahaman peserta terhadap konsep dasar Produced Water Treatment serta penerapannya dalam kegiatan industri hulu migas.
Setelah mengikuti webinar Produced Water Treatment, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai sumber, karakteristik, dan tantangan pengelolaan air terproduksi dalam industri hulu minyak dan gas bumi.
Peserta diharapkan mampu menjelaskan bahwa produced water merupakan fluida yang dapat mengandung minyak, padatan, garam, dan komponen lainnya sehingga memerlukan pengolahan sesuai tujuan pengelolaannya.
Melalui pembelajaran berbasis ilustrasi teknis dan visualisasi proses, peserta diharapkan mampu mengenali fungsi API Separator, Skim Tank, CPI, Hydrocyclone, Gas Flotation Unit, sistem filtrasi, serta teknologi membran.
Peserta juga diharapkan memahami hubungan antara karakteristik air, ukuran droplet minyak, waktu tinggal, tekanan, laju alir, dan penggunaan bahan kimia terhadap efektivitas proses pengolahan.
Selain itu, peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai pentingnya analisis laboratorium, pengendalian parameter Oil and Grease, TSS, pH, dan salinitas, serta pemantauan kualitas air hasil pengolahan.
Pembelajaran ini diharapkan membantu mahasiswa menghubungkan konsep mekanika fluida, operasi pemisahan, proses fisikokimia, teknologi membran, dan pengendalian pencemaran dengan penerapannya pada fasilitas industri.
Peserta juga diharapkan memahami bahwa kualitas produced water yang dipersyaratkan dapat berbeda bergantung pada tujuan akhir pengelolaannya, seperti injeksi, pemanfaatan kembali, atau pembuangan.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran awal mengenai peluang pengembangan kompetensi dan karier pada bidang Process Engineering, Produced Water Treatment, Environmental Engineering, Production Operations, Water Quality Control, dan Laboratory Analysis.
Peserta yang memenuhi persyaratan kehadiran dan kelulusan kuis akan memperoleh E-Certificate of Completion dari NDC Learning sebagai bukti penyelesaian kegiatan pembelajaran. Sertifikat tersebut merupakan sertifikat webinar, bukan sertifikasi kompetensi profesi.
Program: NDC Learning — Upstream Oil & Gas Webinar Series
Topik: Produced Water Treatment
Sasaran Peserta: Mahasiswa Teknik Kimia dan bidang teknik terkait
Metode Pelaksanaan: Online — Zoom Meeting
Platform: Zoom Meeting
Durasi Kegiatan: 1 Jam 30 Menit (90 Menit)
Narasumber: Praktisi Produced Water Treatment / Process Engineering / Environmental Engineering
Jadwal Pelaksanaan: Akan diinformasikan
Pendaftaran: Melalui formulir resmi NDC Learning
Biaya Kegiatan: Akan diinformasikan
Fasilitas Peserta: Materi pembelajaran, visualisasi proses pengolahan air terproduksi, diskusi interaktif, kuis evaluasi, dan E-Certificate bagi peserta yang memenuhi persyaratan.
Media Pembelajaran: Slide presentasi, Process Flow Diagram (PFD), ilustrasi peralatan, visualisasi pemisahan minyak dan air, studi kasus, dan simulasi interaktif.
1. Pembukaan dan Pengenalan Topik — 5 Menit
Pembukaan webinar, perkenalan narasumber, penyampaian tujuan pembelajaran, serta pengantar mengenai pentingnya Produced Water Treatment dalam kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi.
2. Penyampaian Materi Produced Water Treatment — 45 Menit
Pembahasan karakteristik produced water, prinsip pemisahan minyak dan air, fungsi API Separator, Skim Tank, CPI, Hydrocyclone, Gas Flotation, Chemical Treatment, Filtration, teknologi membran, serta pengendalian kualitas air dan pengelolaan lingkungan.
3. Demonstrasi Visualisasi dan Studi Kasus — 15 Menit
Demonstrasi visualisasi atau simulasi sederhana mengenai aliran produced water dari fasilitas pemisahan menuju unit pengolahan.
Peserta diajak mengamati proses pemisahan minyak dan air serta memahami pengaruh perubahan laju alir, kondisi pemisahan, dan kualitas air terhadap kinerja sistem.
4. Diskusi dan Tanya Jawab — 15 Menit
Sesi interaktif antara peserta dan narasumber untuk membahas penerapan Produced Water Treatment, pengalaman operasional fasilitas pengolahan air, permasalahan kualitas air, serta tantangan pengelolaan lingkungan.
5. Kuis Evaluasi dan Penutupan — 10 Menit
Peserta mengikuti kuis evaluasi online untuk mengukur pemahaman terhadap materi webinar.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kesimpulan, informasi penerbitan E-Certificate, serta penutupan webinar.
Total Durasi Pembelajaran: 90 Menit (1 Jam 30 Menit)
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, NDC Learning menyediakan kuis evaluasi online yang wajib diikuti oleh peserta yang ingin memperoleh E-Certificate.
Ketentuan Kuis:
Jumlah soal: 10 soal pilihan ganda.
Materi kuis: Karakteristik produced water, pemisahan minyak dan air, API Separator, Skim Tank, CPI, Hydrocyclone, Gas Flotation, Chemical Treatment, Filtration, dan pengendalian kualitas air.
Waktu pengerjaan: Sekitar 7 menit dalam sesi evaluasi.
Nilai kelulusan minimum: 70 dari 100.
Media evaluasi: Google Forms atau platform evaluasi resmi NDC Learning.
Peserta wajib menggunakan identitas sesuai data pendaftaran.
Persyaratan Memperoleh E-Certificate:
Melakukan pendaftaran melalui formulir resmi NDC Learning.
Mengikuti webinar melalui Zoom dengan kehadiran minimal 75% dari total durasi kegiatan.
Mengisi daftar hadir atau formulir konfirmasi kehadiran.
Mengikuti kuis evaluasi pada akhir kegiatan.
Memperoleh nilai kuis minimal 70 dari 100.
Peserta yang memenuhi seluruh persyaratan akan memperoleh E-Certificate of Completion yang diterbitkan oleh NDC Learning.
Peserta yang belum mencapai nilai minimum dapat diberikan kesempatan mengulang kuis satu kali sesuai ketentuan penyelenggara.
E-Certificate diterbitkan secara digital setelah data kehadiran dan hasil evaluasi selesai diverifikasi oleh tim NDC Learning.
Link Zoom Meeting akan disampaikan kepada peserta terdaftar melalui kanal komunikasi resmi NDC Learning sebelum kegiatan berlangsung.
Peserta disarankan bergabung ke ruang Zoom sekitar 10 menit sebelum webinar dimulai untuk memastikan kesiapan perangkat, koneksi internet, dan audio.
Selama webinar berlangsung, peserta diharapkan menggunakan nama sesuai data pendaftaran, menjaga ketertiban kegiatan, serta berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi dan evaluasi.
Informasi mengenai jadwal kegiatan, pendaftaran, dan mekanisme penerbitan E-Certificate akan diumumkan melalui website serta kanal komunikasi resmi NDC Learning.
Menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata di dunia industri melalui pembelajaran yang praktis, interaktif, dan kolaboratif.
NDC Learning berkomitmen menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman profesional industri, sekaligus mendorong pengembangan kompetensi teknis, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
NDC Learning
Learn Together. Grow Together. Make an Impact.